Kesempatan adalah "kepercayaan yang diberi durasi waktu". kesempatan lahir ketika akal masih berharap pada perubahan dari sesuatu atau seseorang. kurang lebih Kesempatan itu bisa disebut begini :
Aku percaya kau bisa lebih baik, dan aku bersedia menunggu sebentar.
Maka, ada 5 jenis kesempatan.
Kesempatan pertama bernama rahmat.
Di sini kesalahan masih manusiawi, dan cinta belum belajar mencatat luka. Segalanya masih wajar, dan memaafkan belum melukai harga diri.
Kesempatan kedua disebut pemaafan.
Jenis ini masih bisa dikategorikan suci jika kemaaafan lahir dari kelapangan dada, bukan dari takut kehilangan. Namun sejak titik ini, akal mulai bertanya : 'ini masih layak diterima, atau sudah berbahaya bagi jiwaku?"
Jenis ini masih bisa dikategorikan suci jika kemaaafan lahir dari kelapangan dada, bukan dari takut kehilangan. Namun sejak titik ini, akal mulai bertanya : 'ini masih layak diterima, atau sudah berbahaya bagi jiwaku?"
Kesempatan ketiga berubah menjadi toleransi.
Dan toleransi, bila terlalu lama ditolerir, adalah cara lain dari membiarkan diri dilukai karena, Di sini kesalahan tak lagi insidental, ia menjadi pola yang dapat dilihat. dan pola tidak butuh maaf, ia butuh keputusan.
Kesempatan keempat bukan lagi kebajikan.
Kesempatan jenis ini adalah pengkhianatan terhadap diri sendiri. Bukan sabar namanya jika kehinaan yang sama diterima berulang kali tanpa jeda. Akal yang sehat seharusnya memberi nasehat, bukan membiarkan jiwa tersesat, demi sesuatu yang diberi kesempatan tapi tak kunjung berubah-ubah.
Kesempatan kelima bukan kesempatan.
Namun lebih tepat disebut kebodohan. karena sudah candu pada ketergantungan.
Maka dengar baik-baik :
Kesempatan berhenti menjadi kebajikan saat ia mulai merusak kehormatan. tidak semua kesalahan yang diulang pantas diberi nama kesempatan.
Dan setiap kali kau memberi "kesempatan" kepada orang yang sama tanpa perubahan yang nyata, sesungguhnya yang kau latih bukan cinta melainkan kemampuanmu bertahan dalam kehancuran.
Jika kau masih bertahan,
itu bukan karena kau baik.
tapi, karena kau belum berani
menghormati dirimu sendiri.
--0--

0 Komentar