Pernahkah kau
bertemu orang yang selalu punya alasan?
Terlambat karena jalan macet.
Gagal karena tidak diberi kesempatan.
Gagal karena keadaan.
Marah karena dipancing.
Menyerah karena takdir.
Putus cinta karena pasangannya tidak mengerti dirinya.
Bangkrut karena ekonomi sedang buruk.
Dimarahi atasan karena atasannya memang jahat.
Aneh.
Semua ada penyebabnya.
Kecuali dirinya sendiri.
Kalau dipikir-pikir, manusia memang hebat.
Kita bisa menjelaskan hampir semua hal.
Bahkan kesalahan kita sendiri.
Ketika malas, kita menyebutnya kelelahan.
Ketika takut, kita menyebutnya pertimbangan.
Ketika menyerah, kita menyebutnya menerima keadaan.
Padahal belum tentu begitu.
Kadang kita hanya sedang mencari nama yang lebih indah untuk kelemahan kita.
Karena mengakui kesalahan itu berat.
Lebih ringan mencari alasan.
Lebih nyaman menyalahkan keadaan.
Lebih tenang menunjuk dunia.
Daripada menunjuk diri sendiri.
Itulah sebabnya tidak semua orang yang pandai berpikir menjadi bijaksana.
Karena pikiran bisa dipakai untuk dua hal.
1. Mencari kebenaran.
2. Atau untuk membela diri.
Dan celakanya, kebanyakan dari kita lebih sering memakai pikiran untuk membela
diri.
Kita tidak bertanya: "Apakah aku salah?"
Kita bertanya: "Bagaimana caranya agar aku terlihat tidak salah?"
Di situlah masalahnya.
Karena sejak pertanyaan itu muncul, kita tidak lagi mencari kebenaran.
Kita hanya mencari pembenaran.
...
Maka, sebelum kamu curiga kepada orang lain. Curigailah dirimu terlebih dahulu.
Karena kebohongan yang paling sulit dibongkar bukanlah kebohongan orang lain.
Melainkan kebohongan yang kita ceritakan kepada diri sendiri setiap hari.
Sebelum bertanya apakah pendapatmu benar, tanyakan dulu: "Jika ternyata aku salah, apakah aku siap menerimanya?"
Karena orang yang mencari kebenaran akan mengikuti fakta ke mana pun ia pergi.
Sedangkan orang yang mencari pembenaran akan memaksa fakta mengikuti dirinya.
Dan perbedaan keduanya menentukan apakah logika akan menjadi cahaya...
atau hanya menjadi pengacara yang ngotot membela ego.
tidak semua pikiran yang terdengar cerdas berasal dari kebijaksanaan.
Kadang-kadang itu hanya nafsu yang sudah terlalu lama sekolah.

0 Komentar