Keikhlasan bukan berarti menyerah. Keikhlasan adalah bentuk tertinggi dari penerimaan. Ia bukan sekadar melepas, tapi melepas dengan hati yang lapang dan pikiran yang damai. Tidak semua perpisahan menyakitkan. Ada perpisahan yang justru menyelamatkan kita dari rasa sesak yang selama ini kita diamkan.
Melepas adalah keberanian untuk berkata, “Aku sudah cukup berusaha.” Dan setelah itu, membiarkan semesta bekerja dengan caranya sendiri. Kita belajar bahwa tidak semua yang kita inginkan adalah yang kita butuhkan. Kadang, apa yang kita pikir akan membahagiakan kita justru membawa kita menjauh dari diri sendiri.
Ada keindahan dalam kehilangan yang diterima dengan ikhlas. Karena saat kita bisa benar-benar melepaskan, saat itu pula kita memberi ruang untuk hal-hal baru datang dalam hidup kita—yang lebih tepat, lebih sehat, dan mungkin, lebih membahagiakan.
Jadi, jika hari ini kamu sedang berada di ambang perpisahan atau mungkin sudah lama menggenggam sesuatu yang tak kunjung memberi damai, mungkin sudah waktunya kamu bertanya pada dirimu sendiri: apakah ini benar-benar masih layak untuk dipertahankan?
Dan jika jawabannya tidak, maka mungkin inilah saatnya kamu belajar untuk melepaskan. Dengan tenang. Dengan ikhlas. Karena kadang, melepas adalah bentuk paling tulus dari mencintai—baik orang lain, maupun dirimu sendiri.
-Angger-
0 Comments