Jangan tanya kenapa aku mencintaimu.
Sebab tak ada jawabannya yang akan cukup masuk akal.
Aku mencintaimu bukan karena kau baik,
bukan karena kau indah,
bukan karena kau siapa-siapa.
Aku mencintaimu karena aku tak bisa tidak mencintaimu.
Seperti air yang selalu jatuh ke bawah,
seperti matahari yang selalu mencari pagi,
cintaku kepadamu adalah fitrah.
bukan pilihan, tapi ketaatan.
Setiap kali aku mencoba menjelaskan,
rasanya justru semakin jauh dari makna.
Karena ini cinta yang tak lahir dari logika,
tapi dari wilayah sebelum akal diberi tugas.
Maka maafkan aku,
jika cintaku tampak bodoh,
terlalu diam,
atau terlalu dalam.
Sebab aku sedang mencintaimu
dari tempat di dalam diriku
yang bahkan aku sendiri belum pernah menginjaknya.
Dan jika kau tak membalasnya,
tak apa.
dari tempat di dalam diriku
yang bahkan aku sendiri belum pernah menginjaknya.
Dan jika kau tak membalasnya,
tak apa.
Karena tujuan cintaku bukan untuk dimiliki,
tapi untuk menjadi saksi
tapi untuk menjadi saksi
bahwa aku pernah hidup dan mencintai,
tanpa syarat apa pun dengan hati.
Di zaman ini, itu mungkin terdengar gila.
Tapi bagi ruh...
Hanya ini yang paling masuk akal.
--
0 Comments